Langsung ke konten utama

Kalium Dalam Tubuh?!!

Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berada dalam sel di seluruh tubuh, sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari 3 kelompok, yaitu cairan intravaskuler (plasma), cairan interstitial, dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler, cairan interstitial adalah cairan yang terletak diantara sel, sedangkan cairan transeluler adalah cairan sekesi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan intraokuler dan sekresi saluran cerna.
Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan non elektrolit. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik, seperti protein, urea, glukosa, dan  asam-asam organik. Elektrolit adalah senyawa di dalam larutan yang berdisosiasi menjadi partikel yang bermuatan (ion) positif atau negatife, seperti natrium (Na+), kalium (K+), kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-).
Sebagian besar proses metabolisme memerlukan dan dipengaruhi oleh elektrolit. Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga tubuh tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.
Konsentrasi elektrolit yang tidak normal dapat menyebabkan banyak gangguan. Pemeliharaan tekanan osmotik dan distribusi beberapa kompartemen cairan tubuh manusia adalah fungsi utama empat elektrolit mayor, salah satunya ialah kalium (K+). Pemeriksaan keempat elektrolit mayor tersebut dalam klinis dikenal sebagai ”profil elektrolit.
Kalium kation terbanyak dalam cairan. Jumlah kalium dalam tubuh merupakan cermin keseimbangan antara yang masuk terutama dari saluran cerna dan yang keluar terutama melalui ginjal. Gangguan keseimbangan kalium berupa hipo- dan hiper-. Hipo terjadi bila konsentrasi elektrolit tersebut dalam tubuh turun lebih dari beberapa mili-ekuivalen dibawah nilai normal dan hiper bila konsentrasinya meningkat diatas normal.

Fisiologi Kalium
Sekitar 98% jumlah kalium dalam tubuh berada di dalam cairan intrasel. Konsentrasi kalium intrasel sekitar 145 mEq/L dan konsentrasi kalium ekstrasel 4-5 mEq/L (sekitar 2%). Jumlah konsentrasi kalium pada orang dewasa berkisar 50-60 per kilogram berat badan (3000-4000 mEq). Jumlah kalium ini dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin. Jumlah kalium pada wanita 25% lebih kecil disbanding pada laki-laki dan jumlah kalium pada orang dewasa lebih kecil 20% dibandingkan pada anak-anak. Perbedaan kadar kalium di dalam plasma dan cairan interstisial dipengaruhi oleh keseimbangan Gibbs-Donnan, sedangkan perbedaan kalium cairan intrasel dengan cairan interstisial adalah akibat adanya transpor aktif (transpor aktif kalium ke dalam sel bertukar dengan natrium).Jumlah kalium dalam tubuh merupakan cermin keseimbangan kalium yang masuk dan keluar. Pemasukan kalium melalui saluran cerna tergantung dari jumlah dan jenis makanan. Orang dewasa pada keadaan normal mengkonsumsi 60-100 mEq kalium perhari (hampir sama dengan konsumsi natrium). Kalium difiltrasi di glomerulus, sebagian besar (70-80%) direabsorpsi secara aktif maupun pasif di tubulus proksimal dan direabsorpsi bersama dengan natrium
dan klorida di lengkung henle.19-20 Kalium dikeluarkan dari tubuh melalui traktus gastrointestinal kurang dari 5%, kulit dan urine mencapai 90%.


Kadar Kalium dalam Cairan Ekstrasel dan Intrasel

Plasma
Cairan Intersitial
Cairan Intraseluler

 mEq/L
 mEq/L
 mEq/L
Kalium (K+)
4,5
5,0
140


Nilai Rujukan Kalium
Nilai rujukan kalium serum pada:
- serum bayi : 3,6-5,8 mmol/L
- serum anak : 3,5-5,5 mmo/L
- serum dewasa : 3,5-5,3 mmol/L
- urine anak : 17-57 mmol/24 jam
- urine dewasa : 40-80 mmol/24 jam
- cairan lambung : 10 mmol/L

Gangguan Keseimbangan Kalium
Bila kadar kalium kurang dari 3,5 mEq/L disebut sebagai hipokalemia dan kadar kalium lebih dari 5,3 mEq/L disebut sebagai hiperkalemia. Kekurangan ion kalium dapat menyebabkan frekuensi denyut jantung melambat. Peningkatan kalium plasma 3-4 mEq/L dapat menyebabkan aritmia jantung, konsentrasi yang lebih tinggi lagi dapat
menimbulkan henti jantung atau fibrilasi jantung.

Penyebab Hipokalemia
Penyebab hipokalemia dapat dibagi sebagai berikut :
a. Asupan Kalium Kurang
Orang tua yang hanya makan roti panggang dan teh, peminum alkohol yang berat sehingga jarang makan dan tidak makan dengan baik, atau pada pasien sakit berat yang tidak dapat makan dan minum dengan baik melalui mulut atau disertai oleh masalah lain misalnya pada pemberian diuretik atau pemberian diet rendah kalori pada program menurunkan berat badan dapat menyebabkan hipokalemia.

b. Pengeluaran Kalium Berlebihan
Pengeluaran kalium yang berlebihan terjadi melalui saluran cerna seperti muntah-muntah,
melalui ginjal seperti pemakaian diuretik, kelebihan hormon mineralokortikoid primer/hiperaldosteronisme primer (sindrom bartteratau sindrom gitelman) atau melalui keringat yang berlebihan.
Diare, tumor kolon (adenoma vilosa) dan pemakaian pencahar menyebabkan kalium keluar
bersama bikarbonat pada saluran cerna bagian bawah (asidosis metabolik).1,3 Licorice (semacam permen) yang mengandung senyawa yang bekerja mirip aldosteron, dapat menyebabkan hipokalemia jika dimakan berlebihan

c. Kalium Masuk ke Dalam Sel
Kalium masuk ke dalam sel dapat terjadi pada alkalosis ekstrasel, pemberian insulin, peningkatan aktivitas beta-adrenergik (pemakaian β2- agonis), paralisis periodic hipokalemik, dan hipotermia.

Penyebab Hiperkalemia
Hiperkalemia dapat disebabkan oleh :
a. Keluarnya Kalium dari Intrasel ke Ekstrasel Kalium keluar dari sel dapat terjadi pada
keadaan asidosis metabolik bukan oleh asidosis organik (ketoasidosis, asidosis laktat), defisit insulin, katabolisme jaringan meningkat, pemakaian obat penghambat-β adrenergik, dan pseudohiperkalemia.

b. Berkurangnya Ekskresi Kalium melalui Ginjal
Berkurangnya ekskresi kalium melalui ginjal terjadi pada keadaan hiperaldosteronisme,
gagal ginjal, deplesi volume sirkulasi efektif, pemakaian siklosporin atau akibat koreksi ion kalium berlebihan dan pada kasus-kasus yang mendapat terapi angiotensin-converting enzyme inhibitor dan potassium sparing diuretics.

Pseudohiperkalemia dapat disebabkan oleh hemolisis, sampel tidak segera diperiksa atau akibat kesalahan preanalitik yang lain yaitu tornikuet pada lengan atas tidak dilepas sebelum diambil darah setelah penderita menggenggam tangannya berulangkali (peningkatan sampai 2 mmol/L). Jumlah trombosit >500.000/mm3 atau leukosit >70.000/mm3 juga dapat meningkatkan kadar kalium serum

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Bahan Pemeriksaan
Pemeriksaan dapat dilakukan pada sampel whole blood, plasma, serum, urine, keringat, feses, dan cairan tubuh. Pemeriksaan pada whole blood biasanya dilakukan bersama dengan pemeriksaan pH dan gas darah dan harus segera diperiksa (kurang dari 1 jam). Sampel serum, plasma atau urine dapat disimpan pada refrigerator dalam tabung tertutup pada
suhu 20C - 80C dan dihangatkan kembali pada suhu ruangan (150C -300C) sebelum diperiksa.14 Sampel feses harus cair, disaring dan diputar (sentrifugasi) sebelum dilakukan pemeriksaan.

Metode Pemeriksaan
1.      Pemeriksaan dengan Metode Elektroda Ion Selektif / Ion Selective Electrode(ISE)
Metode ISE mempunyai akurasi yang baik, koefisien variasi kurang dari 1,5%, kalibrator dapat dipercaya dan mempunyai program pemantapan mutu yang baik.

2.      Pemeriksaan dengan Spektrofotometer berdasarkan Aktivasi Enzim

Prinsip pemeriksaan kalium dengan metode spektrofotometer adalah ion K+ mengaktifasi enzim trytophanase.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hormon Prostaglandin

       Prostaglandin   adalah setiap anggota kelompok  l ipid   senyawa yang berasal enzimatis dari   asam lemak   dan memiliki fungsi penting dalam   hewan   tubuh.        Mereka adalah mediator dan memiliki berbagai kuat   fisiologis   efek, seperti mengatur kontraksi dan relaksasi otot polos jaringan. Prostaglandin tidak   hormon , tetapi   autokrin   atau   parakrin , yang bertindak secara lokal molekul messenger. Mereka berbeda dari hormon dalam bahwa mereka tidak diproduksi di lokasi diskrit tapi di banyak tempat di seluruh tubuh manusia. Juga, sel target mereka yang hadir di sekitar langsung dari situs ekskresi mereka (ada banyak). Prostaglandin, bersama dengan   tromboksan   dan   prostacyclins , membentuk   prostanoid   kelas turunan asam lemak, sebuah subclass dari eicosanoids.        Nama   prost...

AMINOGLIKOSIDA....

      Aminoglikosida secara umum termasuk golongan antibiotik yang digunakan untuk infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri dengan mekanisme pengobatan yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri atau membunuh bakteri tersebut. Terdapat beberapa jenis pada golongan antibiotik ini, seperti gentamisin sulfat, amikasin sulfat, streptomisin sulfat, tobramisin sulfat, dan neomisin sulfat.           Secara kimiawi, golongan antibiotik aminoglikosida dibentuk oleh sekelompok aminocyclitol yang "ditempeli" oleh gula amino pada ring aminoclitol di "glycosidic linkage". Dikarenakan terdapat beberapa perbedaan kecil subsitusi pada susunan molekul, maka terdapat beberapa bentuk yang berbebeda pada setiap satu "amino-glycoside". Contohnya gentamisin adalah suatu senyawa kompleks yang dibentuk oleh gentamisin  C 1 dan  C 2.  Kelompok amino berkontribusi pada sifat dasar kelas ini antibiotik, dan gugus hidroksil pada gugus gula ke...

SOAP

SUBJECTIVE (S)    Data yang bersifat ubjective dicatat berdasarkan apa yang dirasakan pasien atau apa yang dapat diamati dari pasien secara subjektif . Data yang dibuat secara subyektif merupakan deskriptif yang mendasar dan biasanya tidak dapat dikonfirmasi dengan suatu prosedur atau tes. Cara utama memperoleh data yang subjektif adalah dengan mendengarkan penjelasan keluhan dari penderita/ pasien atau gejala yang dialami dan respon terhadap pertanyaan yang ditanya kan kepada penderita/pasien secara sistematik seperti Review Of System (ROS). Data yang subyektif juga dapat diperoleh dengan mengamati bagaimana penderita/pasien berbicara, ber tindak, memberikan respon, dll. Penyedia layanan kesehatan lain nya mungkin juga mencatat informasi yang subjektif tentang masalah ini dalam catatan medis. OBJECTIVE (O)    Data yang bersifat obyektif meliputi riwayat yang didokumentasikan dalam catatan medis dan hasil berbagai tes, prosedur, dan penilaian. D...